"Cik gu, semalam saya tak boleh datang karena ikut ayah ke Broga!"
Seru Fatin Nabila muridku yang sering kali bercerita tentang jalan-jalannya bersama keluarga
di akhir pekan. Hongkong dan Bandung pun telah ia jejaki. Namun kali ini ia bercerita tentang
Broga-Semenyih, tempat yang ternyata tidak begitu jauh dari rumah kami. Haduuh ku dibuat
penasaran dengan cerita Fatin ditambah kisah seru lainnya dari muridku Izzati (tingkatan 3)
yang baru saja diajak kesana bersama guru geografinya dan kawan sekalas tuk mempelajari
tentang BUMI, dan katanya keindahan SUNRISE dan SUNSET sungguh indah dipandang dari sana!
Wow, semua itu sudah cukup membuatku makin penasaran!! :D
*****
Hingga, akhirnya ketika kami ada urusan untuk pergi ke arah Semenyih, kami coba mencari dimana letak Broga, yg belum juga kujumpai saat bertanya dengan si mbah Google, heehe...
Ternyata, dari Universiti ... 500 meter lagi baru sampai ke daerah Broga, tepat di depan Rabbit Farm yang katanya terbesar di Malaysia, disitulah Bukit Broga berada! Huaa, amat disesalkan karena kami pergi secara mendadak, tepat sekali kameraku yang sedang mati batrinya! :'(
Anyway, perjalanan tetap dilanjutkan...menjelang pukul 6 petang, kami sampai disana, ketika masuk ternyata dikenakan charge RM 2, karena hari kerja so..kereta kami boleh naik sampai pertengahan bukit. Melihat kanan kiri yang ada hanya Pohon Kelapa Sawit, ada sedikit tanah lapang untuk parking kereta, kondisi jalanan yang berbatu-batu bersalut tanah, membuat kereta kami bergoyang-goyang, hee..
Sampai dipertengahan bukit, ada beberapa kereta yang parkir, dan kami lanjut berjalan kaki keatas bukit tanpa peralatan apapun, huaa..perjalanan ke atas bukit ternyata bagaikan mendaki gunung, kanan kiri semak belukar, perjalanan cukup berat medannya dan kami akhirnya berhenti sebelum sampai di bukit , hiks..sebab kasian anak-anak dan baby Akhyar. :)
Meski kecewa berat, aku cukup jadi penyimak para pengunjung yg berdatangan, kebanyakan adalah orang-orang Chinese, mereka lengkap dengan peralatan hiking, sedang aku.. cuma bermodal kasutnya saja, heehe.. Yaah, kembali ke kereta kami, ternyata disana banyak pohon karet loh, kawan-kawan!
Yihaa...ketahuan deh noraknya, beneran! Ini pertama kali aku betul-betul bersentuhan dengan pohon karet, yang sudah ditoreh, karena penasaran kudekati dan disana telah terlilit tempat untuk menadah getahnya, ihii... saking girangnya kuajak abang 'Ammar dan Arham mendekat serta..memberitahukan penemuanku, haaha.. dilanjut cerita abi pada masa kecilnya...lelaki kecil penoreh getah, yang biasa pergi kedalam hutan usai Shubuh dan menoreh pohon Karet untuk diambil getahnya, agar getah nya menjadi keras dicampur nenas, kata abiy.. kalau sudah siang getah karet sudah tidak mengalir lagi, seperti yg kami lihat.
Kembali kusimak para pengunjung yg bersedia keatas, mereka rata-rata memakai tongkat khusus untuk memudahkan perjalanan, kata abiy kalau kita kesini lagi cukup dengan memakai tongkat penyapu, heehe..betul! lebih jimat! ^_^
Nah, ternyata ada juga satu kereta penuh orang berjilbab, kurasa mereka akan melaksanakan sholat maghrib dari atas bukit sana. Wuahh..makin penasaran kalo belum sampai di puncak. Yaa..aku akan kembali lagi nanti, insyaAllah aku juga melihat wajah kecewa abang Ammar yg sama antusiasnya dengan umminya, hee..
Sooo..We'll be back! InshaAllah
Ingin benar-benar menikmati dan memperkenalkan pada lelaki kecilku tentang keindahan dan kuasa penciptaan Allah-Robb mereka! Tentu, dengan peralatan yg lengkap juga foto yg dapat ku share dengan kawan-kawan sedunia!
^_^
~Dini Rahmajanti (Dee)~
Semenanjung Malaysia
FEB 2012
No comments:
Post a Comment