Kesempatan tuk menikmati sajian iftor jama'i (buka puasa bersama) di Masjid Besi atau Masjid Tunku Mizan, adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami.
Bukan karena sajian yang terhidang percuma, melainkan rasa nyaman dan dapat melihat keindahan langsung masjid ini adalah hal yang sangat luar biasa bagi saya pribadi. :)
Meski terhidang ta'jil dan makan-minum dari masjid, kami sudah membawa bekal seadaanya. Menyempatkan diri tuk mengambil gambar tiap sudut yang terdapat di sana. Sungguh, masjid ini sangat luas dan megah. Keindahan lampu yang berpendar, makin menambah decak kekaguman. Subhanallaah...
Sebelumnya, sedikit akan kukisahkan mengenai nama masjid ini. Ada yang mengatakan mesjid ini bernama MASJID BESI, Why?Ya, karena kebanyakan tekstur bahan bangunan yang dipakai adalah BESI. Dan, dinamakan pula mesjid Tunku Mizan, karena pada saat mesjid ini dibangun yang menjadi Raja Agong pada masa itu adalah Raja dari Trengganu : Tunku Mizan. (Mungkin ada yang boleh menjelaskannya lebih detail, sile...:))
Masjid ini cukup tinggi, kalau tak silap ada 3 lantai. Lantai dasar biasa untuk parking kereta, ekskalator pertama itu menuju ruang bersuci/ wudhu. Terdapat juga ruangan tuk menyimpan selipe/kasut. Lantai dua ruangan utama untuk sholat berjamaah, lantai tiga ruangan tuk jamaah perempuan.
(Gambar no.2 saya ambil dari lantai satu.)
Nah, sahabat bisa lihat bagaimana megahnya?
Ruangan tuk berwudhu saja begitu luasss....MasyaAllah, bentuk kran air yang melingkar ini, mengingatkan saya pada ruangan berwudhu di Masjid Istiqlal- Jakarta. :) (Gambar no.3 diatas)
Baiklah, saya akan berbuka puasa bersama dahulu, yaa, Kawan! ^_^
Gambar No.4 disamping ini adalah suasana Ifthor di Masjid Besi, kenangan kami di tahun 2009.
Usai menikmati sajian ta'jil , tibalah sholat waktunya Sholat Maghrib berjamaah.
Maha Suci Allah! Pemandangan hebat, karya insan biasa...sebegitu megahnya, Kawan.
Berulang kali saya bertasbih, karena memandang keindahan artstektur masjid yang begitu indahnya, bersyukur dapat menikmati sholat berjamaah dengan imam masjid yang hafiz Qur'an. Suasana yang adem, meski tanpa penyejuk ruangan, karena majid ini tak berdinding rapat.
Lihat, bagaimana arah kiblat dibangun !?
Kita dapat melihat keindahan lampu-lampu bangunan di belakang masjid, Subhanallah...
Usai Sholat Maghrib berjamaah, dilanjutkan beratur tuk mengambil Nasi dan lauk pauknya. Kemudian, barulah kami Sholat Isya dan tarawih berjamaah. Sesudahnya, saya kembali merekam tiap sudut yang ada di masjid ini.
Pada gambar No. 6 dibawah ini, adalah sudut samping kanan masjid Besi. Dari kejauhan kita dapat menikmati jembatan Putrajaya dengan temaram lampunya. Hati-hati, kawan! Masjid ini kurang safety tuk anak-anak, karena kolam kecil yang berisikan air setinggi 1 kolah tidak dibatasi apapun! :)
Saya berfikir, air tersebut dapat digunakan tuk bersuci. Karena, kita dapat 'bermain air' disana, pun saya yang tak sabar, sambil duduk dan bertilawah, kaki saya berkecipak berendam di kolam,heehe...
Usai saya jejakkan kaki ke atas lantai kembali, dalam hitungan menit, kedua kaki dan lantai segera kering! Tahukah mengapa bisa demikian, Kawan?? ^_^
Sejenak, saya mencoba abadikan kenangan manis bersama lelaki kecil kami : Akram. Kemudian, mencoba bertegur sapa dengan para pekerja yang membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa kami. Ternyata keduanya asal Indonesia, saudara se-Tanah Air! Haturnuhun semua....^_^
Baiklah, saya lanjutkan tuk merekam gambar dari arah berlawanan kiblat Masjid. Disana terdapat pemandangan lebih indah lagi, ada kolam bermandikan lampu dan air mancur. Jika mendongakkan kepala keatas, betapa langit hitam indah sekali dengan taburan bintang gemintangnya! Subhanallah...
Lain halnya ketika ifthor bersama Mak mertua beserta makngah saya tahun 2011, air mancurnya terpasang indah.










No comments:
Post a Comment